12 Oktober 2021
Sampai berapa lama aku mampu bertahan
Menyesap-nyesap udara kegagalan
Melayang
Meratapi kakunya jemari-jemari panjang di pinggiran ranjang
Berapa lama lagi aku harus menunggu hingga ajal menjemput
Membisu menatap lingkaran tiada ujung
Aku membelalakan mata
Dan baru benar-benar tersadar
Bahwasanya aku adalah Pejantan Tunggal
Semata-mata hanya menunggu waktu terkam oleh penunggunya
Tuhan, jika Kau benar ada
Kau sesungguhnya adalah Cinta
Cinta yang Jahat
Comments
Post a Comment