Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2022

Kepergian

 14 Februari 2022 Suatu saat nanti, aku akan pergi Menyeberangi samudera biru tak berdasar Terbang tinggi ke puncak cakrawala Kini dan nanti, tak ada yang berubah Stagnansi situasi di antara aku dan cahaya Penuh dalam decak gelombang bak kapal tanpa awak Berputar, tak jatuh, menunggu larutan biru itu mengering Kini dan nanti, aku tetap sendiri Tapi apakah kepergianku nanti akan dikenang? Atau kehidupanku ini sia-sia? Tak ada jawab selain bukti tak terbantahkan yang bisa saja kubuat saat ini Tinggal satu nadi saja, satu gores saja Satu guratan yang dikuasai rasa takut, mempertanyakan hidup

Tujuan

 14 Februari 2022 Aku duduk dalam keheningan Di sudut kamar kosong penuh sesak Tertinggal sendirian, remang-remang Rekan-rekanku sudah mendahului aku Menapaki jalannya masing-masing Aku membisu, membatu Kehilangan tujuan Meski aku dapat berjalan Tetapi, yang kulakukan hanya berjalan tak tentu arah Aku menanggapi segala sesuatu dalam damai Dan suatu saat akan mengakhiri ini dengan damai Kuharap, kehidupan setelah kematianku pun begitu Tetap dalam sukacita kedamaian, meski aku tah tahu jalan pulang

Bertahan

11 Februari 2022 Impianku dikabulkan semesta beberapa detik setelah layar yang telah lama kunanti berganti Dalam beberapa minggu saja, segala sesuatunya berubah total Hatiku bersukacita atas apa yang diberikan-Nya Hatiku berdukacita atas kekosongan yang ditinggalkan-Nya Rusak hati dan jiwa yang terbebas ini, terkorupsi oleh ikatan-ikatan fana Ke manakah ini akan berakhir? Ke hamparan luas tak bernoda, putih layaknya tulang, menghitam legam setelah ia terbakar Waktu-waktu krusial ini... akankah aku bertahan?

Pikiran

 8 Februari 2022 Kerjaanku sungguh tak terhitung Tumpuk menumpuk tak karuan Bukannya selesai karena dikerjakan Satu demi satu bertambah dari waktu ke waktu Terdiam menatapku yang terlahap akan pikiran Dunia ini kejam Tiada ampun Lantas, kenapa aku lahir? Kenapa. Aku. Harus. Lahir?