Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2021

Berakhir

 17 Oktober 2021 Denting lagu bergemuruh di ujung jalan Wajah-wajah beku berbaris Memakai topeng palsu, muka dua Tidak, lebih dari itu Kutapaki perlahan lorong gelap ini Lumut-lumut di kiri kananku turut menemani Tiap langkahku adalah hitung mundur dari ledakan kosmik Sesampainya diriku di penghujung bab Terik, keseimbanganku hilang Pemetik itu menatap sendu Tersenyum, dan berkata "Sudah berakhir"

Pantaskah Aku mendapatkan Cinta?

Prolog Sudah puaskah kau membaca rasa muak dalam diriku akan hidup? Ya, sama, aku juga. Ya, aku pun begitu. Aku muak setiap kali aku mengingat hidupku yang seperti sampah Kali ini, bolehkah aku bercerita? Tentang Cinta Mawar Pertama kali aku jatuh cinta Mungkin 14 tahun yang lalu Pada setangkai mawar merah merona Hampir saja ada nyawa yang hilang Kucabuti mawar itu satu per satu Tanpa tahu bahwa penjaga kebun sudah berdiri di hadapanku Saat itu, hanya bayangannya yang kusadari Keringat dingin mengucur deras Aku di ujung tanduk Rupa-rupanya, Aku selamat Tentunya dengan kompensasi yang setimpal Aku tidak akan pernah dapat memiliki mawar itu Memandangi dirinya saja membuatku malu Mengingatkan aku akan betapa kotor, hinanya diriku Patah hati beruntun muncul  Ia diambil oleh Mawar putih Dan rupa-rupanya, dari ketidakcocokan mereka Ada mawar merah lainnya yang siap membantunya dalam proses penyerbukan Sampai saat ini, keduanya bagai sulur-sulur yang saling terikat Dengan duri penghalau h...

Tanya

 14 Oktober 2021 Apakah kehidupan kita ini adalah buah karma masa lalu Atau hanyalah kegagalan-Nya dalam proses penciptaan Karma merenggut kebebasan Dan kegagalan-Nya tak memberikan penjelasan

Takhta

 13 Oktober 2021 Setengah sabit mulai muncul Sang Kakek memberitahukan cucunya Bahwa ia harus melanggar sumpahnya Goda saja, katanya Kau tau, aku ini laki-laki Dan laki-laki menepati janjinya Kurang dari 7 malam setelahnya Sabit yang lama telah tenggelam Dan kini kembarannya mulai terbentang di langit malam Indah Dewi memberitahukan lewat anak lelakinya Bahwa sumpahku akan terpenuhi Aku ragu Keraguanku ini akan dibawa ke mana? Dari keraguan itu, Takhta-lah yang terbersit Takhta Lahir dari rahim seorang pemutar batu Dibesarkan oleh seorang pengikut bintang Aku menceritakan apa yang kukejar padamu Aku mengulang kesalahan rekanku Menerapkannya kembali olehku sendiri Aku dibutakan rasa takut Aku menginginkanmu Dan karena kegagalanku itu, Aku kini terombang-ambing ketidakpastian dunia Seolah tahu bahwa aku dibimbangkan oleh Ia yang tak terlihat Duniaku mengunyah-ngunyah eksistensiku sendiri Kini aku tak lagi buta Sebab ketiadaan tak memerlukan mata untuk melihat

Tahan

 12 Oktober 2021 Sampai berapa lama aku mampu bertahan Menyesap-nyesap udara kegagalan Melayang Meratapi kakunya jemari-jemari panjang di pinggiran ranjang Berapa lama lagi aku harus menunggu hingga ajal menjemput Membisu menatap lingkaran tiada ujung Aku membelalakan mata Dan baru benar-benar tersadar Bahwasanya aku adalah Pejantan Tunggal Semata-mata hanya menunggu waktu terkam oleh penunggunya Tuhan, jika Kau benar ada Kau sesungguhnya adalah Cinta Cinta yang Jahat

Oktober

 9 Oktober 2021 Aku mengingat-ngingat kilas balik kehidupanku Memejamkan mata, teresap senandung penghentak gendang Aku tak bisa melangkah mundur Jurang iblis menunggu di bawah Bersiap menjerat sambil menjerit Sial Saat kuangkat kelopak ini Hanya kekosongan yang tersisa Dan dalam kekosongan ini... Seharusnya aku lenyap Tak bersisa Tanpa jejak