Skip to main content

Posts

Kutuk

 7 April 2022 Putus asa adalah kata yang tepat untuk menggambarkan diriku saat ini Tidak ada nilai yang dikandung darinya, tidak satu pun berkas ilahi itu pun sampai dan merasuk Bahkan mengutuk Tuhan pun tidak ada gunanya, Ia tak terjangkau Sedari awal Ia tahu bahwa aku adalah kegagalan tak termaafkan Lenyaplah jiwaku, terbakarlah dalam amarah tanpa sisa, tanpa abu Hingga kita tidak tersentuh oleh tangan-tangan itu
Recent posts

Kepergian

 14 Februari 2022 Suatu saat nanti, aku akan pergi Menyeberangi samudera biru tak berdasar Terbang tinggi ke puncak cakrawala Kini dan nanti, tak ada yang berubah Stagnansi situasi di antara aku dan cahaya Penuh dalam decak gelombang bak kapal tanpa awak Berputar, tak jatuh, menunggu larutan biru itu mengering Kini dan nanti, aku tetap sendiri Tapi apakah kepergianku nanti akan dikenang? Atau kehidupanku ini sia-sia? Tak ada jawab selain bukti tak terbantahkan yang bisa saja kubuat saat ini Tinggal satu nadi saja, satu gores saja Satu guratan yang dikuasai rasa takut, mempertanyakan hidup

Tujuan

 14 Februari 2022 Aku duduk dalam keheningan Di sudut kamar kosong penuh sesak Tertinggal sendirian, remang-remang Rekan-rekanku sudah mendahului aku Menapaki jalannya masing-masing Aku membisu, membatu Kehilangan tujuan Meski aku dapat berjalan Tetapi, yang kulakukan hanya berjalan tak tentu arah Aku menanggapi segala sesuatu dalam damai Dan suatu saat akan mengakhiri ini dengan damai Kuharap, kehidupan setelah kematianku pun begitu Tetap dalam sukacita kedamaian, meski aku tah tahu jalan pulang

Bertahan

11 Februari 2022 Impianku dikabulkan semesta beberapa detik setelah layar yang telah lama kunanti berganti Dalam beberapa minggu saja, segala sesuatunya berubah total Hatiku bersukacita atas apa yang diberikan-Nya Hatiku berdukacita atas kekosongan yang ditinggalkan-Nya Rusak hati dan jiwa yang terbebas ini, terkorupsi oleh ikatan-ikatan fana Ke manakah ini akan berakhir? Ke hamparan luas tak bernoda, putih layaknya tulang, menghitam legam setelah ia terbakar Waktu-waktu krusial ini... akankah aku bertahan?

Pikiran

 8 Februari 2022 Kerjaanku sungguh tak terhitung Tumpuk menumpuk tak karuan Bukannya selesai karena dikerjakan Satu demi satu bertambah dari waktu ke waktu Terdiam menatapku yang terlahap akan pikiran Dunia ini kejam Tiada ampun Lantas, kenapa aku lahir? Kenapa. Aku. Harus. Lahir?

Lenyap

 28 Desember 2021 Lantunan syair terkulai lemas Merintih-rintih seperti tertindih Jiwa seorang rekan tak lagi bersamaku, terbang Terbang ke angkasa raya nun jauh di sana Hai kawan, jika ini memang keinginanmu, maka tak perlu penjelasan lagi Sudah, akhirilah saja, putuskan benangnya!

Bunyi

27 Desember 2021  Tes..  tes... tes... Bunyi inilah yang kudengar sejak kecil Bunyi yang muncul ketika hujan yang tak kenal lelah mengunjungi kediamanku Tik.. tik.. tik... Bunyi inilah yang kudengar sejak aku buta Bunyi jam dinding yang membantuku menghitung mundur sisa hidupku Jder....Jder.... Bunyi inilah yang kudengar sejak pemakaman dimulai Bunyi gemuruh ketika malaikat menutup takdir sang gadis ...... Tak ada bunyi yang terdengar setelah peti ditutup Selain bunyi lelaki yang tertawa di sebelahku, menangis di depanku Ia menyentuh kemaluanku dan berkata "Ini saatnya, gadis. Tidak ada kali kedua, ketiga, atau keempat, sebab aku tak akan berhenti hingga dunia ini habis, terbakar oleh kekejian kaummu, membusuk bersama najis-najis kalian"