4 Oktober 2020
Ketika itu, aku mati
Membiru, membisu
Kupejamkan mataku dengan sengaja
Ataukah itu karena ketidakmampuan
Mendadak kuterbelalak
Ada diriku yang lain
Tersenyum kecut pucat pasi
Aku tak sadarkan diri
Hilang saja dari semesta tak bertuan
Kembang kempis tak berarah
Senjaku dirampas olehmu dan olehnya
Sukmaku menggigil
Sang Ajal tak lagi hadir di sampingku
Dewa maut pun takut olehku
Bahkan namaku tak tercatat di bukunya
Satu demi satu ku terurai
Kubentangkan dadaku, kulapangkan hasratku
Hai kamu, jiwa-jiwa fana
Kuharap kita kan bertemu
Mungkin 1000 tahun lagi
Di semestaku, aliran jiwa-jiwa maut
Di semestaku yang takkan tercapai olehmu
Comments
Post a Comment