20 Desember 2021
Ia yang menukar takdir tak bisa lari dari keputusasaan
Ia yang menukar mimpi tak bisa lari dari kegagalan
Ia yang menukar jiwa tak bisa lari dari jerat kematian
Ia yang berlari tak bisa menghindar dari segalanya
Tetapi bagi siapapun yang mau menjalaninya, tak luput dari kesalahan, tak luput dari kemenangan
Setiap hari, aku menjalani hidup yang tak berarti
Terikat dan bebas di aliran waktu yang sama
Tatapan penuh kebencian
Si bejat yang bersemayam dalam benakku
Sang penjaga hari ini runtuh
Penantian 1000 tahun lamanya
Atau hanya sepersekian detik nyatanya
Apakah yang runtuh adalah langit
Ataukah air mata yang ada di ujung kelopakmu?
Akankah ada kebenaran di balik kematian
Ataukah kopi pahit yang menanti di sana?
Derit-derit karat di sepanjang jalan
Bernodakan darah dari korban kemunafikan
Tekuk-lekuk kemesraan
Bernodakan mani dari karya gagal Tuhan
Mau kemanakah engkau, Tuanku?
Mari ikut bersamaku, ke ujung dunia, di mana harap dan tangis tak pernah ada
Mari akhiri ini bersama-sama, sebab waktu kita hampir tak bersisa
Comments
Post a Comment