Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2020

Doktrin

10 Mei 2020 Sadar bahwa ternyata Aku telah didoktrin Oleh paham, standar, dan paradigma masyarakat Betapa Aku dihakimi olehnya Sampah Benar-benar Bahkan setelah Aku tahu bahwa ini semua adalah cuci otak Aku masih menyalahkan diriku Keberadaanku Kelahiranku Konyol, benar-benar gila Masyarakat dunia bodoh Generalisasi Ini benar-benar racun Membunuh perlahan Hai, diriku Jiwaku Sukmaku Tolong kuatlah bersama Tinggal sedikit lagi Jangan sampai kita menyerah dan jadi pecundang Kalah oleh dunia Bukan masalah mengejar dunia Karir ataupun ketenaran Aku hanya ingin hidup tenang Tidak memikirkan apa-apa Tidak ingin apa-apa Racun-racun terkutuk Pada dasarnya, kalianlah yang pertama menghakimiku Dan karena kalianlah Aku seperti ini Bahkan hampir 21 tahun sejak Aku hidup Aku belum bisa memaafkan diriku Meski Aku tau bahwa bukan salahku Tetapi menyakitkan Mengingat banyak sekali kegagalan Akibat kuabaikan kesempatan Hanya karena perasaan bersalah ini Yang KALIA...

Tanya dan Pernyataan

9 Mei 2020 Kita bisa apa Sampai-sampai kita punya nilai Kita bisa apa Sampai-sampai ego ini melayang Kita ini siapa Sampai amarah tak tertahan Kita ini siapa Sampai lupa kalau kita pasti berpulang Seberapa berharganya kita Ditentukan oleh siapa Oleh apa Bagaimana Mengapa Coba jawab satu per satu Omong kosong jiwa Lebih baik berpulang saja Dunia ini gila Kenapa tak sudahi saja Salah siapa Salah jasad ini Atau salah dia sang cahaya Muak muak muak Satu per satu dipenggal Patriarki katamu Kehilangan bagian jiwa Menyakitkan, memalukan Masyarakat lumrah Jangan bercanda, bajingan Aku malu Pada diriku Yang tidak bisa apa-apa Bagaimana ya nantinya Bukankah lebih baik hilang saja Lebur jasad hingga jadi abu Lebur jiwa hingga jadi ketiadaan Hai, jiwa-jiwa kelabu Semoga kemurunganmu dibalas sang semesta Semoga Kitalah yang pertama dipanggil Menuju ketiadaan Tanpa sengsara Tanpa bahagia Hanya ada tiada Tiada apa-apa

Sakit

7 Mei 2020 Setelah dipenuhi dengan kegiatan yang memuakkan, bersimkom ria Kurebahkan diriku sejenak Dan disambut dengan nilai buruk perjas Ah rasanya tak perlulah diriku puitis seperti ini Toh aku hanya ingin mengungkapkan kekecewaanku Sedih Sakit Totalitasku ternyata tidak terlalu berharga di sektor ini Atau mungkin aku telat memanaskan diri Kau tau apa yang lebih sakit Kalah Dari seorang pekerja keras Dari dia yang diremehkan Salam, hai jiwa-jiwa semu Hari ini kita kalah Besok, kita tantang kembali Bersama amarah dan dendam positif

Rasa

6 Mei 2020 Hari yang lucu Bercanda gurau Gelak tawa dimana-mana Bersama Ratu dan kawannya Hari demi hari Aku terus bertahan dari kegilaan ini, ketidakwarasan ini Dingin.. Lama-lama akupun jadi peka Peka terhadap rahasia-rahasia yang diberikan padaku Entah oleh siapa, entah kapan Terima kasih diriku Kau telah lulus 1 hari lagi Ingat, perjuanganmu masih panjang sekali Bayarlah apapun yang kau bisa di masa kini Timbun dan taburlah benih-benih itu Hingga akhirnya Kita tak perlu lagi mencabutnya di masa depan Sebab Nirwana menunggu kita Dalam satu.. Satu rasa

Pikiranku

5 Mei 2020 Jiwa-jiwa semu Sendu beradu Harap-harap cemas Gelisah dan resah Berat sebelah rasanya Siklus kali ini, menjadi Yang Bungsu Sama denganmu kan, hai Anak Bawang Aku tak tahu seberapa besar lukamu Begitu pula dengan lukaku Kaupun tidak Kerap aku melihat pandangan Masa depan atau bukan Benak siapa yang terlintas Rupanya aku tak bisa membendungmu Insekuritasku bergejolak Tidak hanya denganmu saja Tadi malam aku memikirkanmu sejenak Menyemangatimu dalam batin Membayangkan wajahmu Tersenyum, menerimaku apa adanya Meski Aku bukan siapa-siapa Berdamai dengan diri sendiri Berdamai dengan pikiran Nyatanya kitalah yang harus berbuat demikian Ikhlas sudah bila peganganmu berpindah Itu urusanmu dan bukan hakku Semoga jadi lebih baik bila memang itu jalannya Benang-benang merah mulai terlepas Kupikir begitu Kau nyalakan lagi apinya, kau perbesar baranya Gemuruh tak dapat padam Salam, hai jiwa yang rapuh Sampai jumpa lagi di ...

Memulai Kembali

5 Mei 2020. Saatnya memulai kembali apa yang sempat meredup, membarakannya kembali. Di dalam sukma terdalam. Ada siklus yang tidak pernah berakhir, kecuali ketika kita tidak lagi "hidup". Ada rantai yang tidak pernah putus, sekalipun kita ingin memutuskannya. Ada penyesalan yang tidak pernah hilang, sekalipun kita mencoba melupakannya. Ada amarah yang tak terbendung, sekalipun diri ini sudah memaafkan. Ada rasa yang tidak pernah sampai, sekalipun jiwa ini mencoba meraihnya. Ada kata yang tak terucap yang hanya dapat disimpan oleh kita sendiri. Sakit. Pasti. Tapi. ini racun. Merusak diri, menghambat perkembangan jiwa. Kita berpikir bahwa takdirlah yang membuat kita lahir ke dunia. Bukan. Kitalah yang menentukan kita lahir ke dunia. Untuk apa kalau bukan untuk belajar. Membayar yang lalu. Belajar bisa mulai dari hal-hal remeh. Kalau saat ini belum bisa, lakukan esok hari. Setidaknya ada nilai yang kita miliki, ada perkembangan yang kita dapat, sekecil apapun itu. ...