5 Mei 2020
Jiwa-jiwa semu
Sendu beradu
Harap-harap cemas
Gelisah dan resah
Berat sebelah rasanya
Siklus kali ini, menjadi Yang Bungsu
Sama denganmu kan, hai Anak Bawang
Aku tak tahu seberapa besar lukamu
Begitu pula dengan lukaku
Kaupun tidak
Jiwa-jiwa semu
Sendu beradu
Harap-harap cemas
Gelisah dan resah
Berat sebelah rasanya
Siklus kali ini, menjadi Yang Bungsu
Sama denganmu kan, hai Anak Bawang
Aku tak tahu seberapa besar lukamu
Begitu pula dengan lukaku
Kaupun tidak
Kerap aku melihat pandangan
Masa depan atau bukan
Benak siapa yang terlintas
Rupanya aku tak bisa membendungmu
Insekuritasku bergejolak
Tidak hanya denganmu saja
Tadi malam aku memikirkanmu sejenak
Menyemangatimu dalam batin
Membayangkan wajahmu
Tersenyum, menerimaku apa adanya
Meski
Aku bukan siapa-siapa
Berdamai dengan diri sendiri
Berdamai dengan pikiran
Nyatanya kitalah yang harus berbuat demikian
Ikhlas sudah bila peganganmu berpindah
Itu urusanmu dan bukan hakku
Semoga jadi lebih baik bila memang itu jalannya
Benang-benang merah mulai terlepas
Kupikir begitu
Kau nyalakan lagi apinya, kau perbesar baranya
Gemuruh tak dapat padam
Salam, hai jiwa yang rapuh
Sampai jumpa lagi di lain waktu
Oktober, 2021. Tentu.
Bila pandemik ini berakhir pastinya.
Comments
Post a Comment